Oleh: ingridambarita | 12 April 2012

Nasib Sebutir Nasi (Sistem Pencernaan)


 Inilah kisah nasib sebutir nasi, yang bermanfaat bagi kita manusia. Kisah si nasi yang bercerita perjalanan hidupnya, disertai dengan humor2 yang segar dan juga pastinya pengetahuan yang bermanfaat bagi kita semua!!!.

Gambar nasi

Hi, namaku Nasi, jika xan membaca kisah ini, pasti aku sudah menjadi arwah, hihihi… :D. Aku merupakan salah satu bahan makanan pokok yang dikonsumsi oleh manusia. Sewaktu aku masih menjadi bibit padi, aku dirawat oleh para petani, dan setelah aku berisi, mereka memanenku dan mengubahku menjadi beras! Setelah itu kami dimasukkan ke dalam goni dan kemudian dipasarkan.

 Pada suatu hari, aku dibeli oleh seorang ibu rumah tangga yang cantik, Wah… Ibu ini mirip dengan artis korea Han Hyo Jo lho!! Seneng deh liat manusia yang cantik, Hehehe… :D. Setelah itu, aku dibawa pulang oleh ibu itu, kemudian ibu itu mencuci bersih diriku, untuk kemudian ditanak menjadi nasi. Setelah masak, aku berwarna putih bersih, harum dan lezat… Kemudian aku pun dikonsumsi oleh keluarga ibu itu. Aku berada di piring anak ibu itu, dan anak ibu itu pun memakan diriku dengan lahapnya… Dan dimulailah perjalananku disaluran pencernaan manusia….

 

SIstem pencernaan makanan

 Pertama-tama aku masuk ke dalam mulut, didalam mulut terdapat gigi, lidah, dan kelenjar ludah. Sewaktu bertemu para gigi, aku memberi salam dan menanyakan nama mereka satu per satu, mereka pun menjawab. Yang pertama, aku adalah gigi seri (insisivus) bentukku menyerupai pahat, fungsiku untuk memotong dan mengiris makanan, kemudian ada gigi taring (caninus) yang berbentuk runcing seperti tombak berkata kalo dirinya berfungsi untuk menyobek makanan, dan yang terakhir Geraham (molar) yang berbentuk besar dan bergelombang, ia berfungsi menggilas dan mengunyah makanan. Aku pun hanya bisa tersenyum pasrah didepan mereka… Padahal… Dalam hati aku hanya berkata… “Waaaaaaaaaa!!!!! Mereka mengerikan sekali!!!!! Mampus aku, dihajar ama mereka, udah dipotong, diiris, disobek2, digilas lagi… Waaa.. Ini mutilasi!!! Pengacara??? Mana Pengacara??? Aku butuh pengacara!!! Kutuntut xan Semuaaaa!!!! Uwaaaa….!!!! Mamiiii!!!!!…. Tulong!!!!!!….”, tapi itu hanya ada dalam khayalanku saja, aku pun bersedia dihajar untuk energi manusia (eh, manusia!!! Makanya xan jangan buang2 makanan ya!!! Kami udah berkorban banyak untuk kalian!!!!). Gigi pun menggigit dan mengunyah diriku hingga menjadi bagian2 kecil. Ketika mengunyah, kelenjar ludah menghasilkan saliva atau air ludah, air ludah itu membasahiku sehingga dapat memperlembut dan memudahkanku untuk ditelan. Air ludah juga membantu melarutkan makanan. Lidah mengatur letak makanan saat dikunyah dan selanjutnya mendorong makanan yang telah dihaluskan kebagian belakang mulut untuk ditelan. OOO,… begitu ya??

 Eit, tapi tadi waktu dimulut, tepatnya di ludah, ada enzim amilase, yang membantu menguraikan amilum (diriku, polisakarida) menjadi maltase (glukosa-glukosa) bentuk yang lebih sederhana lagi, kemudian kan glukosa masuk kedalam tahap respirasi sel didalam sel, tepatnya pertama x di sitoplasma, yang dimulai dari tahap glikolisis, reaksi antara, siklus krebs, dan transpor elektron. Tapi yang sudah menjadi glukosa, adalah dari diriku yang bagiannya sangat kecil.

 

 Kemudian aku melanjutkan perjalanan, setelah didorong oleh lidah, aku masuk ke kerongkongan (Oesophagus), yang terletak antara tenggorokan dan ruas2 tulang belakang. Otot2 di kerongkongan menekan bersama-sama untuk mendorong makanan. Makanan tidak begitu saja meluncur ke bawah. Makanan dan aku didorong sepanjang kerongkongan dengan kecepatan tinggi. Makanan berjalan sekitar 20 cm hanya dalam waktu 1 detik. Aku pun berteriak, “YahooOOoooo…. Meluncur dengan kecepatan tinggi….”. Gerakan yang dilakukan kerongkongan disebut Gerak Peristaltik, dengan gerakan ini selanjutnya aku masuk ke lambung.

 

 Setelah meluncur dengan kecepatan tinggi, aku sampek di Lambung (ventrikulus) yang merupakan suatu kantung yang terletak didalam rongga perut sebelah kiri atas. Lambung terdiri dari 3 bagian, yaitu bagian atas (kardiak), bagian tengah (fundus), dan bagian bawah (pilorus).

 Didalam lambung terjadi pencernaan secara mekanis dan kimiawi. Dinding lambung melakukan pencernaan secara mekanis dengan berkontraksi sehingga makanan teraduk. Aku pun berkata kepada lambung, “Aduuuh… lambung!! Jangan aduk kuat2 lah!!! Puyeng ini kepala!!! Mau muntah aku nih!!! Buweeek!!!”. Tanpa mempedulikan omonganku, lambung pun terus mengaduk2 sehingga aku jadi mabuk berat!!! (huh… mengerikan banget sih) “aduuh..duh..duh.. puyeng aku… aku mohon!!! Kasihanilah aku!!!!! Hiks…”. Pengadukan itu menyebabkan makanan menjadi halus seperti bubur dan disebut Kim (chym). Untuk pencernaan secara kimiawi, lambung mengeluarkan getah lambung. Getah lambung adalah suatu campuran zat2 kimia yang sebagian besar terdiri atas air (lendir) dan mengandung pepsin, asam klorida dan renin.

 Makanan yang telah dicerna dilambung kemudian sedikit2 meninggalkan lambung menuju usus duabelas jari. Pengosongan lambung ini membutuhkan waktu 2 sampai 3 jam. Oleh karena itu, 2 sampai 3 jam setelah makan, manusia merasa lapar lagi, hehehe. 😀

 

 Setelah keluar dari lambung, aku pun keluar dengan sempoyongan dan sudah menjadi bubur yang halus. Aku pun kemudian beranjak dibawa pergi lagi, “ApaAAaa???!!!! Dibawa pergi lagi?? Huhuhu..hiks.. Mamiiiiiiii…. hiks… 😥 “. Dan kini tibalah di Usus halus (intestinum tenue) yang merupakan saluran pencernaan yang paling panjang. Ukurannya sekitar lima setengah sampai tujuh meter. Garis tengahnya sekitar 37 mm. Usus halus terdiri atas 3 bagian, yaitu Usus 12 jari (duodenum), usus kosong (jejunum)dan usus penyerapan (ileum).

 Pada usus 12 jari bermuara 2 saluran (saluran koledokus), yaitu saluran dari empedu dan saluran dari pankreas. Penyerapan sari2 makanan terjadi di dalam ileum. Untuk memperluas bidang penyerapan, dinding ileum sebelah dalam membentuk jonjot2 atau villi. Sari2 makanan berupa gula, asam amino, garam mineral dan vitamin diserap melalui pembuluh darah kapiler pada jonjot2 usus. Sari makanan berupa asam lemak dan gliserol diserap melalui pembuluh Kil (Chyl) pada jonjot usus. Pembuluh kil yaitu pembuluh getah bening pada dinding usus.

 Di Usus halus, akhirnya aku diserap dan diedarkan oleh darah ke seluruh tubuh. Disitu bentuk ku sudah sederhana, glukosa, sehingga diserap ke dalam sel. Pertama2 aku masuk ke dalam sitoplasma sel untuk melakukan glikolisis, pada tahap glikolisis, 1 glukosa menghasilkan 2 asam Piruvat, 2 NADH, dan 2 ATP, selanjutnya hasil dari asam piruvat dapat menjadi 3 bagian, (1) bisa jadi etanol, alkohol, (2) bisa jadi asam laktat, dan (3) menjadi asetil CoA untuk selanjutnya masuk ke mitokondria dan masuk ke siklus krebs dan juga transpor elektron. Dan hasil akhirnya adalah 36 Atp untuk 1 glukosa!!! Bayangkan saja!!! Itu untuk 1 glukosa dah dapat 36 atp, sedangkan 1 butir nasi ada lebih kurang sebanyak 10juta amilum, dan 1 amilum ada labih kurang 10juta glukosa!!! Waw… Sekarang silahkan anda hitung , berapa jumlah Atp dari sebutir nasi??? Wkwkwk. 😀

 

 Ya… walaupun sebagian dari diriku sudah diserap oleh usus halus, namun sebagian yang lain ternyata menjadi ampas!! Dan aku pun masuk ke dalam Usus besar (kolon) yang merupakan bagian akhir dari sistem pencernaan. Panjangnya sekitar 1,5 meter, dengan lebar 5-8 cm. Usus besar mempunyai bagian yang naik, mendatar dan menurun. Pada permulaan usus besar, terdapat bagian yang disebut Usus buntu (Sekum), usus buntu merupakan pipa kecil yang berada ditempat bertemunya usus kecil dan usus besar. Pada bagian usus buntu terdapat umbai cacing (apendiks). Fungsi usus besar adalah menyerap air dan mineral yang terdapat di dalam sisa2 makanan. Didalam usus besar aku bertemu dengan bakteri pembusuk yang membusukkan sisa2 makanan, yaitu bakteri E.coli. Aku pun berkata, “ Eh…Coli..!!!! loe jangan pernaahh, coba2 ngebusukin aku ya!!! Aku ni kan putih, mulus, cantik, harum, ya walaupun itu wujudku sebelum dicerna, hehehe. Pokok e aku nggak mau eloe busuk-in!!!! Iiiiiiiiiiii….!!!!!!!” tanpa mempedulikan omonganku, dia pun melakukan tugasnya. Aku pun teriak, “eh..eh…eeeehhh…. Cooliiiiiiiiii!!!!!!!!! Apa2an ini…!!! eh…!!! eh…!!! gak mau!!!!… Gak mau…!!! Busuukk!!! Bauuuuuuuuu!!!! Aaaaaaaaa!!!!!!!!!!! Tidaaaaaaaaaaakkkk!!!!”. Kemudian Coli berkata sambil tersenyum, “Pembusukan makanan akan mempermudah pengeluaran sisa2 makanan, Aku juga membantu proses pembentukan vitamin K dan menghambat pertumbuhan bakteri penyebab penyakit, Udah ya.. selamat jalan nasi..eh… nasi busuk,,, wkwkwkwk!!!” Aku pun membalas perkataannya sambil teriak sembari terbawa pergi mengikuti arus, “eh… Dasar kamuuuu Cooolliiiiiiiiiiiiiiiiiiiii!!!!!!!”

 Bagian akhir dari usus besar adalah pelepasan atau rektum. Sisa2 pencernaan (feses) akan memasuki rektum dan disimpan sementara. Apabila rektum sudah penuh, akan timbul rasa ingin buang air besar ini tidak disadari dan disebut reflek gestrokolik.

 

 Lebih kurang 18-30 jam sesudah makanan masuk mulut, sisa makanan yang tak tercerna muncul dibagian akhir saluran pencernaan, bersama2 dengan sisa2 kotoran usus lainnya. Anus merupakan lubang akhir dari saluran pencernaan. Anus terdiri atas otot polos dan otot lurik pada bagian luar. Feses yang terkumpul di rektum akan keluar melalui anus.

 “ooohh… Tidaaaakk!!!…. Bauuuuuuuuuuu!!!!!!!!!, aku tidak ingin akhir cerita ini Sad ending!!!!!” inilah teriakan akhir dari si nasi, wkwkwk….

 Hahaha… Gimana teman2 ceritanya???? Seru??? Nah, makanya kalian tidak boleh mubasir kan makanan ya!!!!

 Untuk nasi, terimakasih ceritanya ya!!! Nasibmu memang luar biasa!!!! CayooOOOooo nasi…………….. \(>_<)/…….. I love u full………. 😀 😀 😀 😀

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: